kantindata.com, KantinPers Bekasi - ditengah maraknya isu skandal dana BOSDA Kota Bekasi yang bermasalah, dan mengindikasikan negara mengalami kerugian sebesar Rp. 10.592.000.000 itu justru keluar pernyataan dari timses Pepen yang mengatakan bahwa Rejeki Guru lewat Bang Pepen.
Pengamat Muda Lembaga Kaki Publik, Adri Zulpianto mengungkapkan bahwa tidak sepatutnya ucapan tersebut keluar dari timses Pepen yang sedang bertarung dalam kontestasi Pilkada Kota Bekasi.
"Skandal BOSDA ini mencemaskan, karena ada nasib 5.926 guru didalamnya, seharusnya direspon dengan objektif, bahwa ada masalah di tata kelola keuangan pendidikan di kota bekasi, dimana itu diawali dari kebijakan politis Pepen yang menjanjikan gaji kepada para guru tersebut sebesar Rp. 3.800.000", ungkap Adri.
Adri menambahkan, bahwa skandal ini menempatkan Pepen sebagai penanggungjawab atas apa yang dimulainya dengan kebijakan tersebut.
"Jika keuangan dikelola dengan baik, semestinya Pepen mengetahui seperti apa dan sebesar apa dana yang disiapkan oleh pemerintah, sehingga kekuarangan dan kerugian anggaran negara tidak menjadi besar. selain itu, kerugian yang dialami oleh guru un dapat dikendalikan", papar Adri.
Adri menghimbau, bahwa menjadi pemilih, menjadi cerdas memang adalah pilihan, akan tetapi kedepankan objektifitas.
"Bila salah, katakan bahwa itu adalah salah, jangan yang salah kemudian dibenarkan hanya karena kita mendunkung dia", pungkas Adri.
Dalam Biaya Operasional Sekolah Kota Bekasi mengalami masalah, karena pada perjalanannya, biaya yang digelontorkan pemerintah Kota Bekasi tidak mampu menunjang besaran gaji yang di janjikan oleh Pepen, selaku Kepala Daerah Kota Bekasi, yang juga kini sedang berkontestasi dalam Pilkada 2018 Juni mendatang. Sehingga, Sekolah pun terancam mengalami kerugian karena harus memberikan talangan untuk memenuhi janji Pepen kepada guru.




0 komentar:
Posting Komentar