![]() |
| KantinPers |
Bekasi, KantinPers - munculnya
KBS d akhir masa jabatan Pepen merupakan sebuah pencitraan demi meraih suara
rakyat, bukan prestasi pemerintah!
Program
Kartu Bekasi Sehat (KBS) tidak bisa d katakan sebagai salah satu prestasi Pepen
semata, ataupun prestasi pemerintah kota Bekasi, karena program tersebut
merupakan kepanjangan dari program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) yang
diperuntukan bagi masyarakat, jadi program KBS bukanlah sebuah inovasi yg
menjadi prestasi, melainkan suatu kewajiban bagi pemerintah untuk menjalankan
dan mengalirkan dana Jamkesda tersebut bagi masyarakat luas.
Jamkesda
bagi masyarakat merupakan sesuatu yg lumrah, yg setiap tahun ada, hanya saja
selama ini peruntukkan dan pengelolaannya tidak terbuka dan tidak jelas.
Jika
Jamkesda merupakan program rutin, harusnya KBS kota Bekasi bisa d laksanakan
jauh sebelum 2017, yang dimana, tahun 2017 merupakan masa dimana pemerintahan
akan berakhir.
Dengan
demikian, KBS bukanlah prestasi, melainkan kewajiban pemerintah untuk menjamin
pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program jaminan kesehatan daerah.
Yg
kemudian perlu difahami ialah, prestasi merupakan sebuah inovasi d luar dari
program rutin suatu pemerintah, yang dapat merubah wajah suatu daerah secara
signifikan terlepas dari kewajiban tahunan dari anggaran yang disajikan tiap
tahun.
Menyoal
masa berlaku KBS yang kemudian memperkuat asumsi bahwa program KBS hanya
program mencari simpati masyarakat menjadi bukti lain bahwa KBS bukanlah suatu
prestasi.
Masa
berlaku KBS yang hanya satu tahun dijadikan bahan Pepen untuk mendongkrak
popularitas masyarakat, mengingat pertengahan 2018, Pilkada kota Bekasi
dilaksanakan sebagai tanda berakhirnya pemerintahan Pepen. Toh sejauh ini,
masih banyak masyarakat yg sulit mendapatkannya, karena waktu pengurusan yg
lama, dan janji di antar ke Rumah hanya sekedar janji.
Namun,
Yang menjadi masalah adalah, ketika ini d lanjutkan oleh pemerintah dengan
kepemimpinan yang berubah, stigma prestasi Pepen ini melekat, sehingga program
KBS berganti nama menjadi program baru dengan kriteria yang sama,,
Seringkali
kita temukan, program yang d anggap sebagai prestasi pemerintah, kemudian
pemerintah selanjutnya enggan melanjutkan program tersebut kemudian membuat
program yang sama dengan nama program yg berbeda.
_______________
Adri Zulpianto, S.H
Direktur Lembaga Kajian dan Analisa
Keterbukaan Informasi Publik
(Kaki Publik)



0 komentar:
Posting Komentar