![]() |
| KantinPers |
Nasional, KantinPers - Dewasa
ini degradasi moral atau kemerosotan adab generasi muda bangsa mengalami
kemunduran secara signifikan khususnya kaum pelajar kekinian atau sering di
juluki kids zaman now. Kemunduran adab pelajar begitu nampak di kelopak mata
publik, mulai dari hal bertutur kata hingga dalam hal berbusana, arus
globalisasi ysng menerpa tak di imbangi oleh pembinaan moral yang seimbang yang
terjadi hanyalah ketimpangan. Virus globalisasi menjadi wabah menakutkan
banyaknya penyimpangan dampak globalisasi diantaranya sexs bebas, pornografi,
narkoba, gank motor pelajar (yang marak baru-baru ini), berpakaian kekurangan bahan sehingga
mengundang kriminalitas.
Banyak
tragedi memilukan di kalangan pelajar, sepanjang 2017 terjadi beberapa kasus
deperti, pelajar perta narkoba, pencabulan, mesum di tempat kost, tawuran dan
masih lagi peristiwa menyedihkan di tambah setiap tahunya kenakalan dikalangan
pelajar meningkat. Lalu menyalahkan siapa atau menjadi tanggung jawab siapa
(?), sekolah, orang tua atau negara tidak, ini merupakan tanggung jawab
bersama.
Sekolah
memberikan edukasi dalam ranah pembelajaran dan pendampingan di lingkungan
sekolah, di luar sekolah peran orang tua di tuntut secaa maksimal dalam
mengadvokasi sang anak dengan pendidikan moralitas, kemudian negara
memfasilitasi melalui regulasi serta peraturan-peraturan yang di tetapkan.
Jika
virus menggerogoti moral atau adab kalangan pelajar di biarkan, bangsa ini mau
jadi apa ? dan siapa yang akan melanjutkan cita-cita bangsa ini ?, kaum tua
semakin lama menenggelamkan cahaya semangatnya karena keterbatasan usia dan
tenaga yang tak cukup kuat lagi.
Senada
dengan keadaan kaum pelajar saat ini juga di sampaikan oleh Koordinator
Investivigasi Kaki Publik Wahyudin, kurangnya pendampingan anak mengakibatkan
kebrutalan anak apalagi informasi sekarang sudah sangan cepat di akses oleh
anak melalui gadget. Padahal generasi muda ini menjadi cikal bakal penopang
martabat bangsa di masa depan dan menjadi penerus cita-cita bangsa.
Kantinpers - Wahyudin selaku Koordinator Investigasi Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (KAKI PUBLIK).




0 komentar:
Posting Komentar