Senin, 04 Desember 2017


"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan (1)" begitulah bunyi ayat Al-Qur'an pertama yang turun sebagai wahyu kepada Rasul ketika  beliau menyendiri di Gua Hira. Muhammad SAW sebagai pembawa risalah kepada umat mendapatkan wahyu pertamanya melalui malaikat jibril yakni untuk membaca. Bahwa dengan membaca kita tahu disanalah awal mula kita dapat mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan.

Aktivitas membaca ini biasa kita dapatkan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat pendidikan lainnya, meskipun di sekolah tidak hanya aktivitas membaca saja yang dilakukan. Yang menarik, membaca adalah kebiasaan yang dibentuk oleh lingkungan, orang-orang yang tidak mendapatkan kebiasaan membaca dari keluarga dan pergaulannya hanya dapat mengharapkan sekolah dan tempat pendidikan untuk memperkenalkan kebiasa itu pada mereka.

Ironisnya pendidikan di Indonesia masih terdapat banyak masalah, mulai dari banyaknya yang putus sekolah, sarana dan prasarana pendidikan yang minim, biaya pendidikan yang tinggi, dan bahkan persebaran sekolah-sekolah yang belum merata keseluruh pelosok negeri. Ditambah lagi dengan perubahan-perubahan kurikulum menjadikan skema pendidikan yang seolah pelik dan menjemukan menambah catatan buruknya kondisi pendidikan di Indonesia sekarang ini.

Kewajiban pertama pemerintah selaku penyelengara pendidikan mestinya menjamin setiap orang untuk memperoleh kesempatan pendidikan yang baik dan bermutu, terlepas dari latar belakang ekonomi dan sosialnya masing-masing. Karena sumber daya manusia yang terdidik merupakan aset terbaik yang dimiliki negara nantinya. J.V. Snellman, seorang negarawan Finlandia menyatakan bahwa pendidikan ialah jaminan keamanan. Dan benar saja, bahwa sampai saat ini Finlandia masih memegang gelar sebagai negara dengan pendidikan terbaik di dunia versi World Economy Forum. Itu semua adalah hasil kesungguhan pemerintah  Finlandia dalam berinvestasi dibidang pendidikan.

Maka pemerintah harus memperhatikan pendidikan di Indonesia, selalin itu dana APBN yang sudah dianggarkan harus direalisasikan benar-benar agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Dilain hal tentunya dengan keterbatasn yang ada, aktivitas membaca adalah budaya yang agung nan luhur yang perlu kita lestarikan. Sejatinya itu menjadi modal kita untuk siap menghadapi tantangan dan perkembangan zaman. Dengan membaca kita memiliki pengetahuan dan bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Bagus Alfatah selaku Kordinator Advokasi Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (Kaki Publik)

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

test

Baca Juga

Recent Posts Widget

Menu Kantin

Pasang Iklan Kamu Di Sini

Recent Posts

recentposts

Popular Posts

Blog Archive

Kantin Iklan