Bekasi, KantinPers - Meningkatnya persaingan di pasar
global, membuat daerah-daerah di Indonesia berusaha untuk bersaing menarik
investor-investor untuk berinventasi di daerah. Namun, persaingan untuk dapat
menarik para investor datang ke daerah mengorbankan sector pendapatan pribumi.
Di Kabupaten Bekasi misalnya, dari pertumbuhan industry dan perdagangan, kafe
dan restoran serta pertumbuhan hotel-hotel yang terus berdatangan, diiringi
dengan berkurangnya lahan pertanian di Kabupaten Bekasi, tidak
tanggung-tanggung, sejak 2012 hingga 2016, seluas 2.100 hektar lahan pertanian
hilang di kabupaten bekasi.
Pada tahun 2012, Lahan pertanian
di Kabupaten Bekasi seluas 52.966 Ha, namun pada tahun 2016 Lahan pertanian di
Kabupaten bekasi menyusut hingga 50.906 Ha. Berkurangnya 2.100 Ha lahan
pertanian di Kabupaten Bekasi tersebut akibat dari tumbuhnya industry dan pusat
perdagangan, serta restoran dan hotel di kabupaten bekasi yang tumbuh hingga
11% dari luas Lahan Pertanian pada tahun 2016 tersebut, yaitu sebesar 6.719 Ha.
Hilangnya lahan pertanian
tersebut seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi pemerintahan Pemerintah,
yang pada awal pemerintahan berjanji untuk meningkatkan system swasembada
pangan, justru dengan adanya kekurangan lahan pertanian sebegitu luas di
Kabupaten bekasi menjadi tidak berimbang dengan janji-janji Jokwi di awal
Pemerintahan.
Dampak yang terjadi karena
hilangnya 2.100 Ha lahan sawah tersebut ialah tumbuhnya pengangguran di
Kabupaten Bekasi, dan meningkatnya angka warga masyarakat kabupaten bekasi yang
termiskinkan oleh system pembangunan industrialisasi di Kabupaten Bekasi.
Warga kabupaten bekasi hanya
disuguhkan bekal pekerjaan sebagai buruh pabrik, dan pegawai kelas rendah di
hotel maupun restoran yang terus bertumbuh dan berkembang di kabupaten bekasi.
Lagi-lagi, ini menjadi kontraproduktif oleh Nawa Cita Pemerintah yang ingin
menumbuhkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pemerintah yang katanya ingin menumbuhkan
sector-sektor riil di daerah justru hanya menumbuhkan pengangguran dan
meningkatkan angka kemiskinan, serta menyuburkan generasi-generasi buntut
kapitalis, Pemerintah yang digadang-gadang akan menumbuhkan ekonomi kreatif dan
kemandirian daerah justru menyuburkan investor-investor asing dengan
menghilangkan sector riil pendapatan warga daerah di Kabupaten Bekasi.
Hilangnya 2.100 Ha lahan pertanian di Kabupaten Bekasi akan berdampak sistemik bagi warga daerah secara local, maupun bagi seluruh warga Indonesia secara umum. Jika pembabatan lahan sawah di Kabupaten bekasi tidak dihentikan, maka beras di kabupaten bekasi akan terancam hilang.
Kantinpers - Adri Zulpianto selaku Direktur Kajian dan Analisa Kebijakan Lembaga Kaki Publik (KAKI PUBLIK).




0 komentar:
Posting Komentar