Bekasi,
Kantindata Pers - 72 tahun Indonesia merdeka, namun masih saja banyak persoalan
negeri yang belum juga terselesaikan salah satunya yakni di bidang pendidikan.
Pendidikan merupakan segala usaha secara sadar yang dilakukan dalam rangka
mengembangkan potensi diri seseorang untuk menghadapi tantangan dimasa depan.
Pendidikan yang baik tentu dapat memberikan pembelajaran yang berkualitas bagi para pencari ilmu dan pengetahuan dan juga akan tercipta bukan hanya dengan kualitas pengajar dan sistem pendidikan yang baik saja, tapi juga harus ditopang oleh tersedianya sarana dan prasarana lingkungan sekolah serta ruang kelas terstandar.
Dalam
Peraturan Pemerintah RI no. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan,
salah satunya diatur pada bagian standar sarana dan prasarana, bahwa setiap
satuan pendidikan wajib memiliki sarana dan prasarana yang meliputi ruang kelas
untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Kordinator
Advokasi Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (Kaki Publik), Bagus
Alfatah mengungkapkan "Di Indonesia masih terdapat lebih dari 152.000
ruang kelas yang rusak dan tidak layak digunakan. Bukan hanya tidak bisa
membuat belajar nyaman tapi juga berbahaya karena sewaktu-waktu bisa roboh. Hal
ini tentu merupakan catatan buruk bagi dunia pendidikan di Indonesia."
"Dengan
semakin banyaknya anggaran pendidikan yang ada setiap tahun, masalah sarana dan
prasarana khususnya kelas yang ada seharusnya bisa semakin baik, bukan malah
semakin banyak yang rusak." ucap Bagus kepada Kantinpers (25/11/2017).
"Saat
ini, 20% dari total APBN negara dianggarkan untuk pendidikan. Untuk tahun 2017
saja, APBN Indonesia sebesar Rp 2.080 Triliun, artinya ada dana sebesar 416
Triliun yang dianggarkan untuk pendidikan. Pemerintah disini sangat tidak
memperhatikan peningkatan mutu pendidikan," tambahnya.
Bagus
menilai untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, pemerintah
dengan rencana dan anggarannya harus mampu menjadi motor penggerak berbagai
pihak untuk terlibat didalamnya.
"Peran
serta seluruh lapisan masyarakat juga penting dalam mendukung, mengawal dan
memastikan rencana pemerintah benar-benar terealisasi, bahwa anggaran yang ada
benar-benar turun langsung ke pihak yang membutuhkan, dan cita-cita yang
diidamkan untuk menjadi bangsa yang unggul dan berdaya saing dapat terlaksana."
tutupnya.




0 komentar:
Posting Komentar